Senin, 06 Juni 2011

Bagaimana Cara Beternak Kambing yang benar

ernak kambing sudah lama diusahakan oleh petani atau masyarakat sebagai usaha sampingan atau tabungan karena pemeliharaan dan pemasaran hasil produksi (baik daging, susu, kotoran maupun kulitnya) relatif mudah. Meskipun secara tradisional telah memberikan hasil yang lumayan, jika pemeliharaannya ditingkatkan (menjadi semi intensif atau intensif), pertambahan berat badannya dapat mencapai 50 – 150 gram per hari. Ada tiga hal pokok yang harus diperhatikan dalam usaha ternak kambing, yaitu: bibit, makanan, dan tata laksana.

BIBIT

Pemilihan bibit harus disesuaikan dengan tujuan dari usaha, apakah untuk pedaging, atau perah (misalnya: kambing kacang untuk produksi daging, kambing etawah untuk produksi susu, dll). Secara umum ciri bibit yang baik adalah yang berbadan sehat, tidak cacat, bulu bersih dan mengkilat, daya adaptasi tinggi terhadap lingkungan.

Ciri untuk calon induk:
Tubuh kompak, dada dalam dan lebar, garis punggung dan pinggang lurus, tubuh besar, tapi tidak terlalu gemuk.
Jinak dan sorot matanya ramah.
Kaki lurus dan tumit tinggi.
Gigi lengkap, mampu merumput dengan baik (efisien), rahang atas dan bawah rata.
Dari keturunan kembar atau dilahirkan tunggal tapi dari induk yang muda.
Ambing simetris, tidak menggantung dan berputing 2 buah.
Ciri untuk calon pejantan :
Tubuh besar dan panjang dengan bagian belakang lebih besar dan lebih tinggi, dada lebar, tidak terlalu gemuk, gagah, aktif dan memiliki libido (nafsu kawin) tinggi.
Kaki lurus dan kuat.
Dari keturunan kembar.
Umur antara 1,5 sampai 3 tahun.
MAKANAN

Jenis dan cara pemberiannya disesuaikan dengan umur dan kondisi ternak. Pakan yang diberikan harus cukup protein, karbohidrat, vitamin dan mineral, mudah dicerna, tidak beracun dan disukai ternak, murah dan mudah diperoleh. Pada dasarnya ada dua macam makanan, yaitu hijauan (berbagai jenis rumput) dan makan tambahan (berasal dari kacang-kacangan, tepung ikan, bungkil kelapa, vitamin dan mineral).
Cara pemberiannya :

Diberikan 2 kali sehari (pagi dan sore), berat rumput 10% dari berat badan kambing, berikan juga air minum 1,5 – 2,5 liter per ekor per hari, dan garam berjodium secukupnya.
Untuk kambing bunting, induk menyusui, kambing perah dan pejantan yang sering dikawinkan perlu ditambahkan makanan penguat dalam bentuk bubur sebanyak 0,5 – 1 kg/ekor/hari.
PEMELIHARAAN

Kandang

Harus segar (ventilasi baik, cukup cahaya matahari, bersih, dan minimal berjarak 5 meter dari rumah).
Ukuran kandang yang biasa digunakan adalah :
Kandang beranak : 120 cm x 120 cm /ekor
Kandang induk : 100 cm x 125 cm /ekor
Kandang anak : 100 cm x 125 cm /ekor
Kandang pejantan : 110 cm x 125 cm /ekor
Kandang dara/dewasa : 100 cm x 125 cm /ekor

Pengelolaan reproduksi
Diusahakan agar kambing bisa beranak minimal 3 kali dalam dua tahun.
Hal-hal yang harus diperhatikan adalah :
Kambing mencapai dewasa kelamin pada umur 6 s/d 10 bulan, dan sebaiknya dikawinkan pada umur 10-12 bulan atau saat bobot badan
mencapai 55 – 60 kg.
Lama birahi 24 – 45 jam, siklus birahi berselang selama 17 – 21 hari.
Tanda-tanda birahi : gelisah, nafsu makan dan minum menurun, ekor sering dikibaskan, sering kencing, kemaluan bengkak dan mau/diam bila
dinaiki.
Ratio jantan dan betina = 1 : 10
Saat yang tepat untuk mengawinkan kambing adalah :
Masa bunting 144 – 156 hari (…. 5 bulan).
Masa melahirkan, penyapihan dan istirahat ± 2 bulan.
Pengendalian Penyakit
Hendaknya ditekankan pada pencegahan penyakit melalui sanitasi kandang yang baik, makanan yang cukup gizi dan vaksinasi.
Penyakit yang sering menyerang kambing adalah: cacingan, kudis (scabies), kembung perut (bloat), paru-paru (pneumonia), orf, dan koksidiosis.
Pasca Panen
Hendaknya diusahakan untuk selalu meningkatkan nilai tambah dari produksi ternak, baik daging, susu, kulit, tanduk, maupun kotorannya. Bila kambing hendak dijual pada saat berat badan tidak bertambah lagi (umur sekitar 1 – 1,5 tahun), dan diusahakan agar permintaan akan kambing cukup tinggi.
Harga diperkirakan berdasarkan : berat hidup x (45 sampai 50%) karkas x harga daging eceran.

link bagi anda yang mau sukses lewat bisnis online



PT Telkom meluncurkan IPTV (Internet Protocol Television) pertama di Indonesia bernama Groovia TV.

Groovia TV ini adalah TV berbayar via internet merupakan produk terbaru Telkom yang berbeda dengan TV berbayar lainnya karena dapat interaktif," kata Dirut PT Telkom Rinaldi Firmansyah, saat peluncuran yang didampingi Dirut Telkom Vision Elvizar KH dan Direktur Konsumer Telkom Nyoman G Wiryanata di Jakarta, Sabtu (4/6).

Groovia TV ini memiliki fitur yang memungkinkan pelanggan dapat merekam (record), pause, dan rewind tayangan TV Favoritnya.

Selain itu ada fasilitas video on demand (VoD), game on line bahkan karaoke.

"Jadi dengan TV berbayar via internet ini, pelanggan memegang kuasa. Tak hanya operator yang menentukan," kata Rinaldi.

Groovia TV, lanjut Dirut Telkom itu, bukan sekadar konten televisi yang didistribusikan lewat internet, tetapi merupakan sinergi antara kemampuan interaktif internet dan web, dengan kekuatan media televisi.

Sebagai tahap awal, pemasaran Groovia TV dilakukan di Jakarta Selatan. "Kami melakukan ujicoba pelayanan dan kepuasan pasar di Jakarta Selatan dulu. Jika sudah bagus pelayanannya, maka akan dikembangkan ke bagian Jakarta lainnya, dan kota-kota besar lainnya di Indonesia.

"Jika di Hong Kong ujicobanya memakan waktu tiga tahun, di Malaysia dua tahun, kami perkirakan ujicobanya cukup satu tahun setelah studi banding di kedua negara tersebut," kata Direktur Konsumer Nyoman.

Dana investasi yang diperkirakan menelan antara Rp50 miliar hingga Rp100 miliar ini diperuntukan membangun jaringan fiber optic agar mampu melayani akses broadband dengan kecepatan 6 Mbps (megabits per second) agar kualitas gambarnya bagus.

"Kami tidak main-main dengan kualitas karena targetnya satu juta pelanggan Groovia TV dalam waktu tiga tahun mendatang," kata Nyoman.

Target pelanggan Groovia TV merupakan kelas menengah ke atas karena biaya langgananya yang paling murah paketnya Rp695.000 per bulan untuk 1 Mbps, Rp1.045.000 untuk 2 Mbps, dan Rp1.745.000 untuk 3 Mbps.

Tapi bagi pelanggan speedy 1 Mbps cukup menambah Rp50.000 sudah bisa mendapatkan pelayanan Groovia TV dan menikmati 40 channel TV Hiburan.

Pelanggan pertama Groovia TV adalah artis Bunga Citra Lestari yang langsung menerima boks Groovia TV dari Dirut PT Telkom Rinaldi Firmansyah. [ant]